Perjalanan yang Aku Nanti-Nanti

 

Perjalanan yang Aku Nanti-Nanti

    Liburan telah tiba! Aku menyambutnya dengan penuh kebahagiaan, karena momen ini telah aku nantikan sejak lama. Ini adalah pertama kalinya aku akan pergi ke tanah suci, Arab Saudi. Namun, liburan kali ini terasa semakin istimewa karena aku juga berkesempatan mengunjungi negeri dua benua, yaitu Turki. Dalam perjalanan ini, aku ditemani oleh kedua orang tuaku dan nenekku. Ini adalah pengalaman pertama aku bepergian ke luar negeri bersama nenek, sehingga aku sangat bersemangat!

    Rute perjalanan kami dimulai dari Turki. Menurut tour leader, mengunjungi Turki terlebih dahulu akan membuat kami lebih semangat menjalankan ibadah nanti, hehe....Kami menempuh perjalanan dengan pesawat selama 12 jam hingga 13 jam untuk sampai di Turki.

    Sesampainya di Istanbul Airport, kami langsung menuju Kota Bursa, yang memakan waktu sekitar 3–4 jam. Setibanya di Bursa, kami singgah di Masjid Agung Bursa untuk melaksanakan salat. Setelah itu, kami langsung menuju hotel untuk beristirahat, karena perjalanan yang cukup panjang telah membuat kami lelah.

    Keesokan harinya, kami pergi ke Gunung Uludag atau yang dikenal sebagai Gunung Agung. Di sana suasana sangat dingin dengan suhu sekitar 0 derajat Celsius. Uludag terkenal dengan saljunya yang tebal dan pemandangan yang memukau. Saat sampai di Uludag pas turun salju, di sana banyak aktivitas seru yang kami lakukan, seperti bermain ski, naik kereta gantung, dan tentu saja berfoto-foto. Di sana juga ada resto – resto yang menyediakan api unggun untuk menghangatkan badan. Disana aku bermain bersama teman tour yang usianya tidak jauh dengan ku.

    Hari berikutnya, kami menuju kota Istanbul. Di sini, aku berkesempatan menaiki Bosphorus Cruise, kapal pesiar yang membawa kami melintasi perbatasan antara benua Eropa dan Asia. Angin yang kencang menambah sensasi petualangan di tengah perairan yang indah. Rasanya, 50 menit pelayaran berlalu begitu cepat. Kami sangat menikmati perjalanan ini sambil mengobrol dan bercanda.

    Setelah berlayar, kami mengunjungi dua masjid terkenal di Istanbul, yaitu Hagia Sophia dan Masjid Biru. Kedua masjid ini memiliki arsitektur yang sangat indah dan nilai sejarah yang luar biasa. Aku belajar banyak tentang sejarah Turki dari kunjungan ini, yang membuat pengetahuan ku bertambah dan semakin kagum dengan keindahan arsitektur yang unik.

              

    Di hari terakhir kami di Istanbul, kami mengunjungi pusat oleh-oleh terkenal. Aku membeli minyak zaitun, Turkish delight, dan berbagai suvenir menarik lainnya. Setelah selesai berbelanja, kami bersiap menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan ke tanah suci.

    Perjalanan dari Istanbul ke Jeddah memakan waktu sekitar 4 jam 30 menit. Sesampainya di King Abdul Aziz Airport di Jeddah, kami langsung menuju Madinah, kota Nabi. Perjalanan darat dari Jeddah ke Madinah memakan waktu sekitar 5–6 jam.

    Setelah sampai di Madinah, kami beristirahat sejenak sebelum melaksanakan salat subuh di Masjid Nabawi. Masjid Nabawi sangatlah besar dan indah, dengan arsitektur megah, kubah hijau, ornamen memukau, serta payung raksasa yang menjadi ikon keindahan masjid ini.

    Keseharianku di Madinah,aku isi dengan beribadah, makan, jalan-jalan, dan istirahat. Di sekitar Masjid Nabawi, terdapat masjid-masjid bersejarah seperti Masjid Ghamamah yang dipercaya menjadi tempat Rasulullah SAW melaksanakan salat Idulfitri, Masjid Ali bin Abi Thalib yang terletak di dekat lokasi perang Khandaq, serta Masjid Umar bin Khattab yang melambangkan kepemimpinan Khalifah Umar.

    Di Madinah aku juga sempat bertemu dengan guru SD ku, kami tidak sengaja bertemu namanya Pa Habibi. Beliau adalah Guru favorite ku, aku sangat dekat dengan nya karena beberapa kali di bimbing lomba oleh beliau. Kami sempat berbincang – bincang dan juga berfoto.

    Kami juga mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Keindahan masjid ini tidak kalah dengan Masjid Nabawi, dengan empat menaranya yang menjulang tinggi, enam kubah besar, halaman marmer putih dan hitam, serta lampu kristal yang tergantung di ruang salat utama

                  

                                  

    Akhirnya, tiba waktunya kami menuju Makkah, tanah haram. Sebelum berangkat, kami mengambil miqat di Masjid Bir Ali, yang juga dikenal sebagai Masjid Sumber Air. Setelah selesai mengambil miqat, kami menuju stasiun kereta cepat Haramain Express. Perjalanan menuju Makkah dengan kereta cepat memakan waktu sekitar 2 jam.

                                                      

    Sesampainya di Makkah, kami beristirahat sejenak sebelum langsung melaksanakan umrah. Kami memulai dengan tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, dilanjutkan dengan sa’i, berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah, dan diakhiri dengan tahallul. Setelah itu, kami melanjutkan keseharian yang hampir sama seperti di Madinah: beribadah, makan, jalan-jalan, dan beristirahat.

                                                      

    Kami juga mengikuti city tour ke sekitar Makkah dan mengunjungi Kota Thaif. Thaif memiliki udara yang sangat sejuk. Di sana, kami mencoba berbagai aktivitas seru seperti naik cable car dan toboggan. Tak lupa, kami juga mencicipi berbagai hidangan lokal seperti nasi biryani, kunafa, dan lainnya.

    Tak terasa, perjalanan 14 hari di Turki dan Arab Saudi telah selesai. Perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Liburan bersama keluarga, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, dan mempersiapkan diri untuk ibadah di tanah suci adalah anugerah yang sangat aku syukuri. Semoga liburan ini membawa berkah dan kenangan indah sepanjang hidupku.

 

Komentar